Pola Percampuran Estuary

Posted on Updated on

Oleh Ma’ruf Kasim 

Daerah Estuary adalah daerah peralihan antara laut dan sungai dengan salinitas yang lebih rendah dari laut dan sedikit lebih tinggi dari perairan tawar. Pada zona perralihan ini lah terjadi percampuran antara air laut dan air sengai.  Pola percampuran ini sangat di pengaruhi oleh topografi dari pantai itu sendiri dan sudah barang tentu pola percampurannya memberikan stratifikasi yang berbeda pula terhadap estuary itu sendiri.  Bentukan estuary itu sendiri dapat terjadi dalam dua pola bentukan.  Bentukan yang pertama adalah bentukan asli yang merupakan bentukan dari pola topografi yang secara alami terjadi pertemuan antara air laut dan air tawar. Namun pola bentukan ini amat sangat umum bahkan menyatukan pengkategorian estuary pada daerah pertemuan antara laut dan sungai serta daerah tanpa adanya aliran sungai namun terdapat sumbar air tawar seperti pada daerah-daerah basah (wetland) dan kawasan lainnya.  Bentukan yang kedua adalah bentukan dengan model sirkulasi air laut dan air sungai. Bentukan ini sangat di berkaitan dengan pola pasang surut, arus air sungai dan arus pantai, topografi dan kedalaman dari perairan itu sendiri.  

Dari pola percampuran air laut, kita dapat mengenal secara umum 3 model estuary yang terbentuk, dengan catatan ini pun sangat di pengaruhi oleh sirkulasi air, topografi , kedalaman dan pola pasang surut karena dorongan dan volume air akan sangat berbeda khususnya yang bersumber dari air sungai. 

Pola percampuran yang pertama adalah pola dengan dominasi air laut (Salt wedge estuary).  Pola ini di tandai dengan desakan dari air laut pada lapisan bawah permukaan air saat terjadi pertemuan antara air sungai dan air laut.  Kita akan mudah membedakan salinitas air dari estuary ini yang sangat berbeda antara lapisan atas air dengan salinitas yang lebih rendah di banding lapisan bawah yang lebih tinggi. 

Pola kedua adalah Pola percampuran merata antara air laut dan air sungai (well mixed estuary). Pola ini di tandai dengan bercampur secara merata antara air laut dan air tawar hingga tidak terbentuk stratifikasi secara vertikal, namun stratifikasinya dapat secara horizontal yang derajad salinitynya akan meningkat pada daerah dekat laut.

Pola yang ketiga adalah percampuran antara pola dominasi air laut dan pola percampuran merata atau dikenal dengan pola pola percampuran tidak merata (Partially mixed estuary). Pola ini akan sangat labil atau sangat tergantung desakan air sungai dan air laut.  Pada pola ini terjadi percampuran air laut yang tidak merata hingga hampir tidak terbentuk stratifikasi salinitas baik itu secara horizontal maupun secara vertical. 

Diantara ketiga pola di atas,  pada beberapa daerah estuary yang mempunyai topografi unik, kadang terjadi pola tersendiri yang lebih unik.  Pola ini cenderung ada jika pada daerah muara sungai tersebut mempunyai topografi dengan bentukan yang menonjol membetuk semacam lekukan pada dasar estuary.  Adanya semacam tonjolan permukaan yang mencuat ini dapat menstagnankan lapisan air pada dasar perairan hingga, terjadi stratifikasi salinitas secara vertical.  Pola ini menghambat turbulensi dasar yang hingga salionitas dasar perairan cenderung tetap dengan salinitas yang lebih tinggi.

Gambar di copy dari The Marine Aquatic Reseach Experience

Advertisements

4 thoughts on “Pola Percampuran Estuary

    Anonymous said:
    February 24, 2006 at 1:05 pm

    nice article..

    sube said:
    January 22, 2008 at 10:22 am

    Terimakasih atas rekomendasi Bapak sehingga saya di terima di program pasca di IPB,
    Saya harap masih mengajar di Kendari, Saya mau tanya Pak bagaimana sih bentuk percampuran di maura sungai wanggu yang bermuara di Teluk Kendari. Dan bagaimana bentuk sebaran polutan yang ada baik organik maupun anorganik. Mungkin Bapak dapat meberikan masukan.

    mank suar said:
    September 11, 2009 at 12:09 pm

    tanks. yc… ney ngebantu bangetz… tapi lengkapi ma jaring-jaring makananya donx…

    Indah ps said:
    November 26, 2009 at 4:09 pm

    Tnx NgebantU bngt V agk kurng lengkap, tentang kadungan nutrienya. .gk jelas dch..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s