Mengenal Dugong

Posted on Updated on

Oleh : Ma’ruf Kasim

Dugong atau di kenal dengan nama Dugong dugon, adalah mamalia laut besar yang menghabiskan seluruh hidupnya di laut.  Dugong tumbuh sebagai hewan pemakan lamun (seagrass).  Panjang dugong di perkirakan sampai 3 meter dan berat sampai 400 kg.  Dugong berenang pada dekat permukaan perairan dan sesekali menyelam pada dasar peraira, pola renang dugong memang sedikit lebih unik dengan pergerakan yang lambat dengan menggerakkan ekor nya keatas dan ke bawah dan sesekali muncul pada permukaan perairan untuk mengambil udara (hampr mirip dengan pergerakan ikan paus besar.  Dugong memiliki semacam rambut yang tumbuh di sekitar mulut (mirip kumis kucing). 

Dugong umumnya bermigrasi pada tempat-tempat tertentu untuk mencari makan dan menyebar pada daerah-daerha tropis dunia (lihat penjelasan tentang Konservasi Dugong di web ini).  Penyebaran dugong ini umumnya sangat tergantung pada lingkungan perairan dan terutama sumber makanan yang berupa habitat alami beberapa jenis seagrass seperi Halodule sp., Halophile sp. dan Syringodium sp yang merupakan makanan alami dugong.  Atau kita sering menemukan dugong pada lingkungan perairan yang terlindung dari ombak dan arus yang kuat. 

Perkembang biakan dugong lebih mirip mamalia yang semuanya di lakukan di laut dengan interval kelahiran 3 sampai 7 tahun. Dan semua anak dugong juga menyusu pada induknya. Sampai pada umur 1 sampai 2 tahun.  Dugong mencapai ukuran dewasa setelah berumur 9 tahun dan umumnya dugong bertahan hingga mencapai umur 20 tahun. 

Yang terunik dari dugong adalah anak dugong akan selalu berenang di samping induknya terutama dalam ruaya dan dalam keadaan bahaya. 

Status konservasi dugong Indonesia akan di bahas pada Dugong : Konservasi yang jalan di tempat. 

 

image by Doug Perrine/seapics.com

 

image from www.robertosozzani.it/

Advertisements

7 thoughts on “Mengenal Dugong

    Oktovianus Sahulata said:
    October 9, 2007 at 6:03 am

    thank for your information, be success for you to save our marine environment

    Marrysa said:
    January 18, 2008 at 6:33 am

    Terima kasih buat informasinya. Makhluk luar biasa! Love it!

    akem said:
    January 23, 2008 at 6:18 am

    hmmm…. sangat menarik apa yg ditulis tentang dugong …
    saya pernah liat dugong ditelevisi sebelumnya …
    saya rasa di indonesia juga sangat banyak tempat yang menjadi habitat dugong …
    kira2 dmana saja saya bisa menemukan dugong di indonesia…
    kira2 bagai mana kondisinya…?? i mean jumlah keseluruhan..
    baga mana pola hidup dugong …??
    trus seandainya di laut lepas mungkin tidak kita berada di jarak 10 m atau kurang …???
    terima kash …
    akem

    oktovianus sahulata said:
    September 30, 2008 at 2:06 pm

    pak, tolong tulisan/artikel tentang kuda laut di kirim ke e-mail saya juga ya… thanx a lot. bless you

    CYBERVIRUS said:
    December 2, 2009 at 3:14 am

    Thx 4 info:)

    Anonymous said:
    December 14, 2010 at 3:41 pm

    klo mau lihat silahkan berkunjung di kabupaten bintan.tepatnya di desa berakit

    Jenny said:
    April 23, 2011 at 6:55 pm

    Waah, thx ya tuk info’x. Pengen banget renang bareng dugong, peluk dia, atau bs nyentuh dia aja uda seneng banget 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s