Kawasan Mangrove dan Konsep Ecotourism

Posted on Updated on

Oleh Ma’ruf Kasim

Kawasan hutan mangrove adalah salah satu kawasan pantai yang sangat unik, karena keberadaan ekosistem ini pada daerah muara sungai atau pada kawasan estuary.  Mangrove hanya menyebar pada kawasan tropis sampai subtropics dengan kekhasan tumbuhan dan hewan yang hidup disana.  Keunikan ini tidak terdapat pada kawasan lain, karena sebagian besar tumbuhan dan hewan yang hidup dan berasosiasi di sana adalah tumbuhan khas perairan estuary yang mampu beradaptasi pada kisaran salinitas yang cukup luas.

sumber foto : tropical-island.de

Kita tidak akan membahas lebih jauh tentang kondisi biologi dan ekologi hutan mangrove, namun kali ini saya mencoba memberikan suatu gambaran singkat tentang konsep Ecotourism (Eko-wisata) pada kawasan mangrove.

 

Eko-wisata dewasa ini menjadi salah satu pilihan dalam mempromosikan lingkungan yang khas yang terjaga keasliannya sekaligus menjadi suatu kawasan kunjungan wisata.  Potensi yang ada adalah suatu konsep pengembangan lingkungan yang berbasis pada pendekatan pemeliharaan dan konservasi alam.  Konsep ini sangat unik dengan pengembangan dan pelibatan sector management yang terpadu serta seluruh stakeholders’  yang terkait.  Namun pada prinsipnya cukup sederhana dengan pola management lingkungan yang rill. 

Konsep tersebut tidak akan terlepas dari:

1.       Penataan Lingkungan Alami. 

2.       Nilai Pendidikan (Penelitian dan pengembangan).

3.       Partisipasi Masyarakat Local dan Nilai Ekonomi.

4.       Upaya Konservasi dan Pengelolaan Lingkungan.

5.       Minimalisasi Dampak dan Pengaruh Lingkungan (tentunya     dengan beberapa strategi khusus).

sumber foto :courses.washington.edu

Lantas mengapa mangrove sangat potensil bagi pengembangan konsep eko-wisata ini ?.  Jawabannya ada pada kondisi mangrove yang sangat unik serta model wilayah yang dapat di kembangkan sebagai sarana wisata dengan tetap menjaga keaslian hutan serta organisma yang hidup disana.

sumber foto : adventureantigua.com

Untuk mudahnya kita bisa melihat beberapa contoh pengembangan kawasan wisata yang berbasis pada pemeliharaan lingkungan itu sendiri.  Suatu kawasan akan bernilai lebih dan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang jika di dalamnya terdapat suatu yang khas dan unik untuk di lihat dan di rasakan. Ini menjadi kunci dari suatu pengembangan kawasan wisata.  Lebih jauh pada kawasan mangrove, dengan estetika wilayah pantai yang mempunyai berjuta tumbuhan dan hewan unik akan menjadi daya tarik tersendiri. Yang lebih penting lagi adalah nilai ekonomis, ekologis dan pendidikan yang sangat besar yang ada di kawasan hutan mangrove. 

Promosi pengembangan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata harus lebih terpusat pada ketiga nilai tadi, tentunya dengan melihat pula keseimbangan ekologis dari seluruh potensi tadi.

 

Advertisements

37 thoughts on “Kawasan Mangrove dan Konsep Ecotourism

    y@2N said:
    February 28, 2006 at 3:37 pm

    Ternyata bapak adalah seorang Phd, tapi pak banyak anak2 mahasiswa yang lebih mengerti bahkan pemerhati lingkungan. Contohnya teman2 saya banyak yang ingin mewujudkan atau menciptakan konsep dan ide bagaimana cara untuk memelihara lingkungan indonesia. Sekarang banyak LSM2 yang bergerak dibidang tersebut, akan tetapi mereka nantinya akan disuap oe apalah oleh pemerintah agar jangan terlalu digembor2kan masalah yang ada. (itu juga sebagian).

    Ika Gunarto said:
    March 28, 2006 at 8:29 am

    Hai .. saya juga banyak lho kajian mangrove…sekarang lagi uji coba mangrove di lahan berpasir, Alhamdulilah sukses… bisakan kita sharing education?

    Ika Gunarto said:
    March 28, 2006 at 8:34 am

    Saya kira tidak feer jika banyak LSm yang bisa disuap. Saya sejak tahun 1988 jadi aktivis lingkungan dan TIDAK PERNAH DISOGOK dan tidak ada kompromi dengan perusak lingkungan. KAlau mau sharing ….ayo berbuat .. hari lakukan tanam satu pohon atau tidak sama sekali dan kita KIAMAT

    merzawati said:
    May 10, 2006 at 3:26 am

    Saya seorang mahasiswa manajemen sumberdaya perairan mendukung sekali bila kita bersama-sama memperhatikan keadaan wilayah pesisir kita khusus indonesia

    ichwan hasanudin said:
    May 31, 2006 at 4:43 am

    sudah banyak sekali penelitian dan kajian tentang mangrove, tatapi semua itu hanya sebatas pemberian informasi. semua penelitian yang ada tidak didukung oleh kebijakan pemerintah. hal itu terlihat dari banyaknya lahan hutan mangrove yang terkonversi menjadi pemukiman, kawasan industri dan berbagai kegiatan lain seperti pada kawasan PIK (pantai indah kapuk). terkonversinya lahan mangrove tersebut berdampak pada tingginya sosial cost yang harus dibayar dan pada akhirnya yang merasakan dampak adalah masyarakat itu sendiri. rendahnya kesadaran masyarakat dan pemerintah akan pentingnya hutan mangrove merupakan salah satu faktor permasalahan yang harus dipecahkan.

    Tommy said:
    June 21, 2006 at 7:45 am

    Sebaiknya kita jangan terlalu banyak berbicara tentang konsep, kalau pelaksanaannya Nol besar!
    Yang diperlukan sekarang adalah tindakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat pesisir.
    Bukan sedikit konsep yang telah dibuat, Namun apakah kita harus menunggu dukungan kebijakan pemerintah dan implementasinya?? itu berarti kita lupa bahwa di masyarakat kita masih memiliki kearifan2 lokal yang kuat dan tidak bisa di interfensi oleh siapapun. Itu adalah dasar yang kuat bagi kita untuk berpijak. Kapan kita akan bertindak kalau tidak sekarang? masyarakat membutuhkan kita untuk membantu mengelola sumberdaya yang mereka miliki. Sebuah Konsep adalah ibarat sebuah gerobak apabila tidak di dorong maka ia tidak akan kemana-mana.

    Rima said:
    August 10, 2006 at 5:21 am

    Pengelolaan kawasan mangrove tidak sebatas konsep kajian diatas kertas tetapi bagaimana mengimplementasikan sebuah konsep menjadi trobosan baru dalam dunia ilmu pengetahuan dan mengurangi eksternalitas negatif pada lingkungan. contonya….jika sebuah kawasan mangrove hanya kita jadikan kawasan konservasi tanpa peruntukan yang lain sementara desa pesisir yang berdekatan sangat bergantung pada ekosistem tersebut….akan lebih bijak apabila dua-duanya berjalan beriringan dengan konsekuensi siapa yang memanfaatkan dia yang menanam kembali.

    amhy said:
    August 14, 2006 at 8:42 am

    sudah banyak penelitian maupun proyek tentang mangrove tetapi realisasinya kurang terlihat, apalagi ttng pengembangan ekowisata!.

    nusantara said:
    September 19, 2006 at 8:20 am

    Indonesia adalah surga harapan tanpa ada realisasi. banyak ilmuwan dari berbagai keahlian seperti anda namun tidak pernah ‘dipakai’ untuk mengembangkan potensi ilmu anda. kalaupun bergerak, tentu harus ada kompromi dengan pihak pemerintah. konsep dari kita kebanyakan mengambil dari literatur asing yang kadangkala tidak sesuai dengan kondisi alam kita yang unik. adakah yang berani terjun untuk mengadakan penelitian agar konsep yang kita gunakan berasal dari putra pertiwi dari hasil kajian sendiri?

    Aceh Ecotourism Society said:
    September 25, 2006 at 11:01 am

    pinya sangat bagun, mengingatkan saya pada desa Lama Tuha sebelum peristiwa stunami.

    widia said:
    November 1, 2006 at 1:19 pm

    ekowisata di Indonesia harus terus dikembangkan.. mungkin itu salah satu solusi supaya kerusakan kawasan mangrove bisa ditekan!!

    frymoesz said:
    November 14, 2006 at 12:56 pm

    ekosistem yg unik ini hrs qt jga dan lestarikan karena didlmx terkandung banyak SD yg berpotensi bagi masy pesisir khususx dan masy dunia pd umumnya, dlm hal pengembangan kawasan ekowisata cukup memberi angin segar bagi inds. pariwisata. saya sebagai org kelautan sgt respek terhadap hal2 pelestarian ling khusx wil laut dan sektarnya..mari qt kembangkan guna pengembangan bid kelautan indo

    AR said:
    February 19, 2007 at 3:25 am

    Di Indonesia orang cerdas tidak kalah banyaknya dengan orang luar negeri, namun peranannya ditentukan oleh yang namanya ‘pejabat’. Dan persoalan rencana untuk memulai Indonesia memang nomor satu, bagaimana menjaga konsistensinya? saya kira semua yang merasa tahu, paham apalagi ahli harus membuang ego masing-masing apalagi mengusung kepentingan golongan, dan mengenal yang namanya ‘koordinasi’ (koordinasi dari bahasa Inggris, kira² kalo bhs Indonesia nya apa, ya?)…
    Kalau memang mau bekerjasama, tentu tidak ada kata-kata menghujat dan satu lagi: bagaimana membuat suatu pengelolaan yang full teknokrat idea, berdasarkan landasan ilmiah, bukan politically idea yang mengusung kepentingan golongan saja…

    iwan kader said:
    April 24, 2007 at 3:53 am

    saya sangat mendukung apa yang dilakukan olah temn2. saya di ternate juga sering memberikan perhatian thdp link. ok. mt berjuang smga indonesia cepat terbebas dri malapetaka lingkungan.

    must fresh said:
    June 8, 2007 at 4:41 am

    mungkin bapak dapat berkenan bekerjasama dengan kami di Kota Semarang untuk mengatasi kerusakan pesisir dan konservasi lahan pesisir

    Pangeran PPA Nasution said:
    September 14, 2007 at 6:41 am

    saat ini saya sedang melakukan suatu riset tentang konservasi insitu terhadap tumbuhan langka dan tumbuhan obat, lokasi penelitian saya bagi ke dalam 2 kategori,yakni;Situs Upland dan Situs Lowland..
    nah,untuk situs lowland! saya mencoba mempelajari manfaat dari mangrove dalam konsep etnomedicine masyarakat setempat..akan tetapi sepertinya local knowledge bangsa kita dalam memanfaatkan mangrove masih dalam taraf yang sederhana.

    so, saya mau tanya ni ma sapa aja yang mungkin pernah studi ttg mangrove, pernah gak ngedapetin data tentang etnofarmakopeia dan etnomedicine yang merupakan local knowledge dari saudara2 kita yang berada di berbagai belahan bumi indonesia ini, kalo ada yang tahu ttg hal yang tadi, kalau boleh minta tolong, ntar e-mail kemari aja(gibran_alkindi@yahoo.com). key.. thanx for all people who cares for the earth..

    vina said:
    October 1, 2007 at 6:10 am

    justru aku pengen curhat ttg masalah ini soalnya aku lagi bikin skripsi tentang masalah ini..hub kemana ya???

    mita said:
    October 1, 2007 at 12:50 pm

    saya setuju sekali jika kawasan mangrove dijadikan salah satu kawasan wisata bahari di pesisir pantai.
    asalkan pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip konservasi itu sendiri.
    kelompok studi saya “KeSEMaT” dari UNDIP semarang juga bergerak di bidang konservasi mangrove.
    baru2 ini, KeSEMaT bekerja sama dengan DKP semarang untuk merehabilitasi mangrove di wilayah pesisir kota Semarang.

    Dadang Sudardja said:
    November 21, 2007 at 1:27 pm

    Wah…saya baru menemukan web pesisir. Saya punya PUSAT PENDIDIKAN LH PESISIR Di Pangandaran.
    Salam.
    Dadang Sudardja.

    dadang said:
    January 21, 2008 at 2:31 pm

    ide yang sangat menarik, beberapa tahun terahir saya dan rekan-rekan pramuka unair sedang mencoba untuk melihat kondisi realita mangrove di pantai surabaya timur. sangat mengenaskan memang kondisinya, meskipun berkali kali ditanam namun kerusakan tidak bertambah berkurang namun meluas. hal ini tidak lain karena program yang dilakukan tidak mengakomodir kepentingan-kepentingan masyarakat pesisir. dan terakhir, saya juga lagi cari info seputar konservasi lahan mangrove yang dipadukan dengan konsep ekowisata serta pemebrdayaan masyarakat pesisir. mungkin rekan-rekan bisa memberi informasi, saya sangat berterimakasih.

    dadang said:
    January 21, 2008 at 2:39 pm

    rekan-rekan punya ifo tentang operator ecotourism dengan fokus pada daerah mangrove lebih-lebih bisa memberdayakan masyarakat sekitar pesisir, saya tunggu infonya . email saya dadang.setiaw4n@gmail.com
    thank,s

    ahib said:
    February 19, 2008 at 1:59 pm

    sy mahasiswa arsitektur, saat ini sedang merencanakan sebuah pusat konservasi mangrove..bisakah kita sharing??

    ahib said:
    February 19, 2008 at 2:04 pm
    chandra hadi said:
    March 6, 2008 at 4:30 am

    saya sangat sependapat dengan bapak, terutama pada konsep yang ke tiga. cuma masalahnya saya kurang mengetahui bagaimana cara pemanfaatannya misalnya penggunaan soneratia tuk jadi sirup. kalau boleh saya minta cara pembuatannya dan kalau ada yang lainnnya. karena di langkat sumatera utara ada isu lahan mangrove nya akan di ubah menjadi lahan kelapa sawit. jadi saya harapkan bantuannya. email saya di “chandrasemar@yahoo.com”

    muri said:
    April 9, 2008 at 2:28 am

    Saya mahasiswa ipb yang sedang penelitian tentang ekowisata mangrove di salah satu kawasan di Bali,.

    bolehkah saya meminta penjelasan yg lebih tentang konsep ekowisata di daerah mangrove?

    Fira said:
    July 7, 2008 at 3:54 am

    Hi..z MhsisWa Makassar !!!
    kBtLan z jg Gi PeneLitian Ttg eKowisaTa MangrOve di sLh saTu KabupateN SulaWesi Selatan yang memiliki potensi perikanan yang cukup baguz.Mohon Bimbingannya n mNta penjelasan yang lebih lengkap d0nk tt9 Ekowisata Mangrove.THANx B4

    muty said:
    August 21, 2008 at 3:59 pm

    sebenarnya tujuan ekowisata dalam suatu daerah tuh apa sih???

    tlong di jeLaskan….

    truz ekowisata itu apa sih???

    uniq said:
    September 13, 2008 at 7:49 am

    seru banget tau tentang mangrove,,,,,,,,,.
    selalu perbaharui donkzzzzzzzzzzzzzz,,,,,,,,,,,,,,,

    uniq said:
    September 13, 2008 at 7:56 am

    bisa kasik data tentang TAHURA ngurah rai denpasar????????????????????????
    tolong ya!!!!!!!!!!!!

    raymond said:
    October 24, 2008 at 12:44 pm

    saya mahasiswa pasc sarjana universitas brawijaya,, saya sangat tertarik tentang konsep ekowisata khususnya mangrove,,
    saya mohon bantuan informasi pengelolaan tentang ekowisata mangrove,,terima kasih,,email saya raymondparera@yahoo.com

    yoto said:
    January 18, 2009 at 6:15 am

    tolong cariin binatang khas disetiap provinsi,,,,,,,,,,,,,?saya tunggu jawabanya.

    dedi said:
    March 28, 2009 at 9:17 am

    Saya heran katanya Dep.Hut itu menjaga lingkungan tapi nyatanya dialah yang malah merusak lingkungan coba bayangkan makin banyak serjana hutan tapi makin banyak pula kerusakan hutan……!!!!!
    aduh pusing hidup ni….
    dikasi ilmu ko malah disia – siakan
    dasar manusia rakus….!

    Nicolaus said:
    September 2, 2009 at 7:27 am

    Saya tertarik dengan konsep Ekowisata pantai, khusus pada pengembangan hutan mangrove, terutama yang dikembangkan di Nusa Dua – Bali.
    Tolong diberikan referensi untuk penelitian lebih lanjut. Trimakasih.

    Nicolaus said:
    September 2, 2009 at 7:29 am

    Tolong kirimkan ke email saya : nicolausgot@yahoo.com

    khodjuni said:
    January 17, 2010 at 5:55 am

    ada mancingnya gak kaloo adapasti asyik????

    Aziil Anwar said:
    July 28, 2013 at 3:44 am

    mangrove on rock (penanaman mangrove diatas lahan “dead coral reef”
    http://ypmmd.blogspot.com
    mau penelitian? silahkan kesini

    Muhammad Syahid said:
    August 20, 2014 at 5:23 am

    bagaimana membangun wisata mangrove secara minimalis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s