Belajar dari Jepang dalam Memanjakan Alam

Posted on Updated on

  

Oleh Ma’ruf Kasim 

Tidak terlalu berlebihan jika kita mau melihat Negara lain dalam upaya perlindungan dan pemeliharaan lingkungannya, terutama dalam menjaga kelangsungan ekosistem dalam suatu Kawasan tertentu.
Jepang adalah salah satu negara maju dengan perkembangan tekologi yang begitu pesat.  Ini lah yang mendorong percepatan perubahan lingkungan begitu cepat. Namun perubahan itu di imbangi dengan pola pemeliharaan lingkungan yang sangat disiplin.  Penataan Lingkungan sebagai suatu Kawasan perlindungan dan konservasi sangat mewarnai pengelolaan kawasan alami di beberapa tempat di seluruh Jepang.  Khususnya daerah Hokkaido yang mempunyai sangat banyak kawasan konservasi alam, begitu terjaga keaslian dan kecantikannya.  Salah satu kawasan di Hokkaido yang oleh ENICEF pada musim panas tahun lalu (2005) di tetapkan sebagai salah satu kawasan di dunia yang sangat terjaga keaslian dan kealamiannya  adalah Shiretoko yang terletak di sebaleh utara Hokkaido.

Image hosting by Photobucket 

Sumber foto : famille.ne.jp

 Kawasan ini merupakan kawasan yang amat sangat alami dengan struktur ekosistem daerah dingin yang asli.  Kita masih dapat menyaksikan begitu cekatannya seekor beruang  menangkap ikan di sepanjang sungai, sementara di sekitar itu pula ratusan ekor deer berjalan dan memakan rumput di padang yang luas serta ribuan burung dan ratusan spesies hewan lain yang tetap eksis.  Ataupun keunikan tingkah laku anjing laut yang penguin yang lucu masih mewarnai kawasan pinggir laut Shiretoko.  Pemandangan alami seperti ini nampaknya memberikan gambaran begitu indah dan kompleksnya sistem ekologis hutan dan pesisir pantai.  Keberadaan tumbuhan sebagai produsen primer dan hewan kecil dan besar sebagai consumer serta beberapa hewan lain sebagai predator memberikan gambaran rantai makanan dan siklus materi yang sangat apik.  Shiretoko hanyalah salah satu dari sekian banyak kawasan perlindungan alam di Jepang yang sampai sekarang masih terjaga, disamping kawasan konservasi Akan, Marsh Kushiro dan banyak lagi.

Image hosting by Photobucket 

Sumber foto : hotel-shiretoko.com


 Lalu bagaimana bisa ekosistem alami itu bisa terjaga?.  Peranan pemerintah yang sangat di dukung oleh masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga sistem ekologis lingkungan begitu kuat.  Mungki karena sebagian besar masyarakat Jepang sadar dari beberapa pengalaman pahit yang melanda negeri ini karena ketidak stabilan lingkungan dan masalah pencemaran yang sangat akut.  Kita masih mengingat kasus minamata yang memakan korban ratusan warga.  Dan beberapa bencana alam yang mamakan ratusan korban.
Bukan berarti Negara Jepang tidak punya masalah dengan perlindungan dan pemeliharaan lingkungannya.  Sebagai Negara yang sangat cepat pekembangan Industrinya, tentunya laju perubahan tata-ruang alam dan kebutuhan lokasi pengembangan sangat tinggi.  Namun ini di barengi dengan kegigihan pemerintah setiap daerah dalam upaya untuk membuat penataan dan pengkajian lingkungan yang begitu rapih dan disiplin.
Upaya perlindungan alam sangat di tunjang oleh sangat banyak factor dan keterlibatan masyarakat serta stakeholder lain yang berkerja secara padu.  Kita tentunya akan sangat merindukan melihat kawasan alami yang masih terjaga.

 Image hosting by Photobucket

sumber foto : bali-bird-park.com

 Tentunya bukan hanya nagara Jepang yang mempunyai kawasan perlindungan dan konservasi alam.  Sebagai kawasan tropis yang sangat amat kaya dengan ribuan  bahkan jutaan hewan dan tumbuhan asli di tambah dengan ratusan hewan endemik yang khas dan tipical untuk tiap daerah di seluruh kawasan Negara tercinta Indonesia,  memberikan potensi yang sangat besar bagi penataan pengembangan kawasan konservasi.

 Image hosting by Photobucket

Sumber foto : wildanimalpark.com.au
Kita memiliki begitu banyak hewan yang masuk dalam kategori hampir punah.  Namun apakan kita mampu memertahankannya untuk tidak punah ?.  Kita memiliki jutaan hektar hutan dan kawasan estetik yang sangat cantik, namun apakah kita bisa menjaga dan mengembangkannya sebagai kawasan konservasi yang bukan hanya diatas kertas?.  Saya sangat percaya kalau kita masih mempunyai dan kalau bisa saya katakan masih amat sangat mencintai dan merindukan keaslian alam kita.  Kasus Timika yang sampai saat ini masih terus berlanjut dengan “perampasan secara halus��? kekayaan alam papua yang kita cintai, pencemaran sungai dan teluk Buyat, di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara dengan kadar sianida yang tinggi, belum tuntas dan masih meninggalkan tanda tanya besar. Kasus banjir bandang di Jawa timur masih meninggalkan duka yang dalam, kekeringan di beberapa kawasan di jawa terus menggoreskan ketakutan warga setempat serta masih banyaknya teguran alam terhadap kita yang kurang bijaksana dalam merawat alam kita.  Alam dan lingkungan kita tidak butuh kemanjaan yang teoritis.  Alam membutuhkan pengertian dan perhatian kita untuk kembali melihat dan menjaganya agar “teguran��? yang menakutkan tidak akan di rasakan oleh anak cucu kita.
 Image hosting by Photobucket

Belum cukupkan “teguran��? itu mengingatkan kita untuk sadar. Mengapa kita tidak belajar dari negara seperti Jepang dan atau beberapa Negara lain yang mau kembali menyapa alam dengan lembut, merawat alam dengan perlakuan rill serta memanjakan alam bukan hanya dengan kata-kata.

 Salam 

 

Advertisements

11 thoughts on “Belajar dari Jepang dalam Memanjakan Alam

    y@2N said:
    February 28, 2006 at 3:28 pm

    Maaf bapak or ibu sekalian. Bukannya masyarakat yang tidak sadar akan pemeliharaan or apalah sebutannya, tetapi menurut gw semua keputusan ada di tangan pemerintah. Seperti contoh kawasan konservasi muara angke, kawasan tersebut sudah tidak diperhatikan lagi oleh pemerintah sebab pembangunan yang berada disekelilingnya masih terus berjalan. Tanpa memperhatikan kawasan tersebut bahkan menurut gw pemda setempat akan berfikir bahwa daripada dibikin kawasan konservasi mendingan dibuat jadi duit. Contoh lain didaerah pangandaran, didaerah tersebut sudah tidak diperhatikan lagi oleh pemdanya setempat. Bahkan dengar2 pemerintah pusat akan membangun pelabuhan kapal. Yang mungkin bahkan iya menurut gw mereka akan berdalil bahwa pembangunan tersebut akan mendatangkan keuntungan bagi negara. Itu baru sebagian contoh yang kecil yang terjadi di Indonesia negara kalian. Intinya bahwa memang banyak para pemerhati lingkungan (seperti contoh yang nggak usah jauh2 yaitu teman kita sendiri) akan tetapi keputusan berada di tangan pemda setempat. Bukan para pemerhati yang harus belajar ke Jepang tetapi para pemdanya yang harus di tata ulang, yang memang harus mengerti lingkungan. Klo mo’ belajar, belajar aja ke bapak yang terhormat Oto soemarwoto.

    Ma'ruf said:
    March 1, 2006 at 4:43 am

    Bener sekali kalau masysrakat kita sudah mulai atau boleh di katakan banyak yang sudah sadar ttg penyelamatan dan pengelolaan lingkungan. Dan benar juga kalau Merawat lingkungan tidak akan rill tanpa adanya kerja sama yang kuat dari tiap ttakeholder yang ada. Ini yang menjadi masalah besar , kurang harmonisnya kerja sama itu yang membuat lingkungan kita sangat dan makin hari makin terampas keindahannya.
    So … bukan hal yang mustahil jika kita hanya akan melihat keindahan itu lewat- gambar-gambar masa lalu.
    Lalu bagai mana kita mesti belajar menjaga alam. dan siap yang mesti belajar menjaga alam itu.
    Pertanyaan klise yang sampai sekarang pun kita masih terus belajar menjawab pertannyaan itu. Namun ini tidak harus membuat kita apriori terhadap longkungan kita.
    Seperti yang saya gambarkan kita masih punya banyak potensi dan semoga pemerintah dan kita tentunya mau belajar lebih banyak.
    Salam

    bie said:
    November 1, 2006 at 6:19 am

    sebenernya kita kebanyakan peseimis dari pada optimisnya.

    oriza satifa lestari said:
    May 3, 2007 at 8:33 am

    jangan gua elo dong

    Anonymous said:
    July 29, 2007 at 11:40 am

    keren abis pokonnya mungkin kita mesti belajar dari negara yang gak ada hutannya

    some one said:
    August 25, 2007 at 3:58 am

    i love indonesia but,negara yg q cintai ancur.alam yang gw sayang udah tinggal sejarah.tak bisakah alam ini kembali seperti dulu

    Botax said:
    October 10, 2007 at 6:10 am

    I like skined head like BOTAX

    budi said:
    December 10, 2007 at 3:40 am

    gimana sichhh orang indonesia nichhhh g bisa apa jaga keletarian buat negaranya sendiri,,,,,,dasar orang indonesia
    klo aq jadi president pasti aku kasih pagar supaya g ada yang bisa masuk hutan
    aku beri listrik biar kesetrom biar mampus

    kasiah decccchhhhh lhoooooo klo kesetrum

    denin said:
    January 12, 2008 at 1:59 pm

    ech…..tau ga seh……!!!!!
    indonesia tu kaya banget,,,beneran dweh………
    makanya dari sekarang kita musti belajar biar kelak kita bisa manfaatin tu kekayaan tanpa harus merusak kelestarin alam tu….Oce

    Untuk PAra pelajar,,,,BELAJAR YANG RAJIN YACH……….

    yellow cute said:
    March 22, 2008 at 8:19 am

    sudah saatnYa qT semUa sadar kLo alam lgi ngamUk cOz aQ’bat priLaku qT yg ga’ cinta aLam,,,,save our worLd!!! n never giveUp 2 save oUr wOrld!!!

    requirements to become a veterinarian said:
    April 8, 2014 at 12:35 pm

    Great blog right here! Also your website quite a bit up very fast!
    What host are you the use of? Can I am getting your
    affiliate link in your host? I wish my website loaded up
    as fast as yours lol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s