Month: January 2017

PROF. MA’RUF KASIM MASUK 10 BESAR INOVATOR TERBAIK INDONESIA

Posted on Updated on

 

Global Inovation Forum  baru dilaksanakan di Tangerang Selatan pada tanggal 20-23 September 2016.  Acara ini merupakan even intenrasional yang menampilkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi perkembangan teknologi saat ini.  Saat ini Global Inovation Forum mengambil tema Innovation for Sustainable Development dari Indonesia untuk Dunia. Salah satu acara paling bergengsi dalam forum tersebut adalah pemilihan inovasi terbaik Indonesia yang mewakili Indonesia dalam acara Global Inovation Forum tersebut.  Pemilihan 10 pemenang terbaik innovator Indoneisa sudah dilaksakana sejak Bulan Mei sampai dengan Bulan September 2016.  Proses yang dilakukan adalah dengan menjaring semua inovasi yang ada di Indonesia untuk di seleksi menjadi yang terbaik. Tema utama dari inovasi tersebut harus bermanfaat bagi kehidupan Manusia.  Dari lebih 160 inovasi yang terjaring kemudian ditentukan hanya sepuluh yang terbaik dengan mempertimbangkan berbagai tujuan Sustainable Development Goals antara lain : 1. Tanpa Kemiskinan . 2. Tanpa Kelaparan. 3. Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan  4. Pendidikan Berkualitas  5. Kesetaraan Gender 6. Air Bersih dan Sanitasi,  7. Energi Bersih dan Terjangkau.  8. Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak 9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur 10. Mengurangi Kesenjangan,  11. Keberlanjutan Kota dan Komunitas,  12. Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab, 13. Aksi Terhadap Iklim 14. Kehidupan Bawah Laut 15. Kehidupan di Darat,  16. Institusi Peradilan yang Kuat dan Kedamaian 17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tentunya pertimbangan yang diambil didasarkan pada kondisi rill yang terjadi di Indonesia.  Dari berbagai penilaian tersebut dipilih 10 Inovator Terbaik Indonesia dan salah satu dari Inovator tersebut adalah Prof. Ma’ruf Kasim, yang juga merupakan kepala pusat Studi Unggulan Rumput laut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo.  Karya yang ditampilkan adalah RaJA (Rakit Jaring Apung) dan JaKA (Jaring Kantung Apung) Masa Depan Teknologi Budidaya Rumput laut Indonesia. Dipilihnya Inovasi RaJA dan JaKa karena di anggap merupakan salah satu inovasi yang dapat memberikan nilai lebih bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.  Terlebih lagi karena RaJA dan JaKA merupakan teknologi yang sederhana dan dapat diimplementasikan dengan mudah oleh masyarakat pesisir Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Rektor Universitas Halu Oleo sangat mendukung pengembagan inovasi ini dengan membentuk Pusat Unggulan Rumput laut di bawah LPPM UHO yang khusus mengembangkan produksi dan karya inovasi yang berkaitan dengan rumput laut.

Saat Ini Prof. Ma’ruf Kasim telah mendapatkan 3 penghargaan tingkat nasional yang berkaitan dengan pengembangan teknologi budidaya Rumput laut.  Pengembangan RaJA dan JaKA telah di lakukan sejak tahun 2011  dengan melihat berbagai persoalan yang terjadi pada masyarakat pembudidaya. Penelitian ini terus dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Persoalan yang serius seperti serangan hama dan penyakit, perselisihan yang kerap terjadi karena penggunaan lahan dari teknologi budidaya longline, pertumbuhan yang kurang baik serta berbagai persoalan lainnya.  Untuk itu Prof. Ma’ruf Kasim mencoba melakukan penelitian agar berbagai persoalan tersebut dapat diminimalisasi.  Disain dan pengembangan RaJA dan JaKA adalah merupakan solusi tepat bagi berbagai persoalan budidaya saat ini.  RaJA dan JaKA mempunyai keunggulan antara lain RaJA di disain kuat untuk di operasikan didaerah berarus keras dan bergelombang besar sementara JaKA dioperasikan pada daerah yang relatif tenang. RaJA dan JaKA mempunyai berbagai keuntungan antara lain : 1). Mudah di rakit. 2) Mudah dioperasikan, 3) Melindungi rumput laut dari hama. 4) Meminimalisasi serangan penyakit ice-ice. 5) Menjaga rumput laut dari perekatan epiphyte. 6) Menjaga rumput laut dari kotoran sampah lautan. 7) Menjaga penataan ruang penggunaan laut rapi dan bersih. 8) Menghindari perselisihan antar pengguna lahan.9). Memacu pertumbuhan rumput laut. 10) Mudah dipindahkan kedaerah yang aman. 11) Mempunyai keuntungan ekonomi jangka panjang. 12) Dapat dioperasikan disemua topografi laut, 13) Dapat dioperasikan disemua musim (sepanjang Tahun).

Berkat RaJA dan JaKA, Prof. Ma’ruf Kasim juga telah pernah di undang berbicara diberbagai seminar Nasional dan Internasional, seperti di Australia, Prancis, China, Malaysia, dan Insya Allah bulan November 2016 di Thailand.

Karya ini sebenarnya merupakan salah satu karya yang dipersebahkan buat anak dan Istri tercinta (Erty M. Hatma, Cahyani Fitri Melania dan Kenzie Hiromasa) dan juga buat Masyarakat Pembudidaya rumput laut.  Ini adalah merupakan Paten saya dan saat ini saya sudah memegang 2 paten yang berkaitan dengan Teknologi Budidaya Rumput laut.

Namun demikian Prof. Ma’ruf Kasim akan terus berupaya berkarya dan terus mengembangkan penelitian yang berguna bagi masyarakat.

Menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain khususnya masyarakat pesisir adalah hal yang sangat membanggakan bagi saya.

 

Advertisements