Prof. Ma’ruf Kasim diundang pertemuan KAVLI 2016

Posted on

Kavli Frontier adalah garda depan peneliti Kavli yang tergabung dalam komunitas peneliti ternama Amerika dan Indonesia.  Kavli Frontier melakukan  pertemuan tahunan yang dimulai sejak tahun 2011, yang diikuti oleh peneliti-penelti muda terkemuka Amerika dan juga peneliti Indonesia. Tercatat bahwa beberapa universitas yang terus diundang dalam pertemuan ini adalah ITB, UI, UGM, IPB, UNDIP, ITS, UNHAS, UPI, UNIBRAW. Pertemuan ini sengaja diadakan untuk meningkatkan kemampuan dan kerjasama antara peneliti-peneliti dari universitas ternama di Indonesia dan peneliti dari Amerika. Lembaga Indonesia yang juga menjadi sponsor pertemuan ini adalah AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia). Bidang ilmu  umumnya penelitian dasar dan penelitian terapan  untuk semua keahlian. Satiap tahunnya setidaknya ada 200-300 nama yang mengajukan keinginan untuk mengikuti pertemuan ini dan setelah melakukan seleksi, Stering Comite KAVLI hanya mengundang 20 nama untuk hadir dalam pertemuan tahunan Kavli. Sulitnya persyarakat untuk dapat mengikuti Pertemuan Kavli Frountier menyebabkan peserta dari beberapa universitas lainnya di Indonesia jarang terpilih untuk mengiktui pertemuan ini. Persyaratan utama yang harus dipenuhi adalah Peneliti memelihi gelar Doktor, memiliki publikasi internasional, track record penelitian yang cukup siginifikan, memiliki usia dibawah 45 tahun (saat seleksi), dan reputasi kerjasama dan kolaborasi yang pernah dilakukan. Tahun 2016, salah seorang peneliti Universitas Halu Oleo terpilih untuk mengikuti pertemua Kavli tanggal 1–5 Agustus 2016 di Malang dan Surabaya.  Prof. Maruf Kasim di undang untuk mempresentasekan hasil penelitian dengan tema Teknologi RaJA (Rakit Jaring Apung)  dalam budidaya rumput laut di Indonesia. Pertemuan ini sangat baik karena di samping akan dapat melakukan kolaborasi dengan peneliti dari US dan Australia, peserta juga dibekali dengan pengetahuan menyusun proposal penelitian dan penyusunan artikel internasional bereputasi internasional. Salah satu yang memberikan presentase juga adalah AIPI untuk grant DIPI (Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia). Dalam pertemuan yang banyak di hadiri oleh peneliti US dan Austalia ini benar-benar memberikan pengetahuan yang baik dan pengalaman yang cukup baik.  Rata-rata peserta mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam meneliti. Hal yang menarik adalah karena lintas bidang ilmu yang dimiliki peserta dan ini memberikan pengayaan cukup banyak mengenai perkembangan keilmuan dunia saat ini.

Memanfaatkan kesempatan hadir dalam pertemuan Kavli 2016 yang kebetula di adakan di Kota Malang, Prof. Ma’ruf Kasim juga di undang pada The 2nd International Symposium on Food, Agriculture and Natural Scineces yang diadakan pada tanggal 2-3 Agutus 2016 di Universitas Brawijaya Malang sebagai pembicara.  Symposium international ini kebetulan bersamaan waktunya dan juga pada kota yang sama walaupun dengan tempat pelaksanaan yang berbeda. Pada internasional Symposium ini juga Prof. Ma’ruf Kasim khusus di undang mempresentasekan Teknologi Budidaya rumput laut RaJA dan JaKA sebagai salah satu solusi bagi permasalahan budidaya rumput laut saat ini. Teknologi ini telah dipatenkan dengan nama RaJA (Rakit Jaring Apung) dan paten kedua dengan judul JaKA (Jaring Kantung Apung). Keduanya adalah teknologi budidaya yang dapat menjadi masa depan budidaya rumput laut Indonesia. Tampil pada dua pertemuan internasional dengan waktu yang berdekatan memberikan pengalaman cukup menarik. Namun demikian ini akan memberikan pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya meningkatkan kemampuan dalam meneliti.

Sebenarnya Kedua teknologi yang telah di patenkan ini termasuk dari 10 INOVASI TERBAIK INDONESIA. Prof. Ma’ruf Kasim barusan mendapatkan informasi dari Panitia Global Innovation Forum (TGIF) 2016 yang diusung oleh World Technopolos Associations (WTA) bekerjasama dengan United Nations Eductional, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) yang akan diadakan pada tanggal 20-23 September 2016. Inovasi RaJA dan JaKA telah mengalahkan lebih dari 1500 inovasi yang ikut dalam seleksi ini dan berhasil menjadi 10 besar yang akan mewakili Indonesia dalam forum Terbesar Inovasi internasional 2016 di Tangerang. Dalam acara inovasi yang berlevel Internasional ini akan dihadiri oleh peserta dari berbagai negara asing sebagai tamu undangannya

Insya Allah Prof. Ma’ruf Kasim akan menghadiri acara tersebut dan mencoba mempresentasekan yang terbaik. demi nama Universitas Halu Oleo dan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s